Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2013

Kakek Jenius



Pagi itu sebuah kabar datang tak disangka dan sangat mengejutkan keluarga kami. Sebuah telepon berdering berpuluh – puluh kali sebelum ibuku mengangkatanya, sebelum ibuku menjatuhkan teleponya lalu pingsan.
***

Keningnya selalu berkerut wajahnya yang tua tak mengendorkan semangatnya untuk bangun pagi. Ia selalu duduk di sana pada sebuah halaman panti yang luas itu. Hobinya di pagi buta seperti ini selalu sama, duduk di kursi malas sambil menikmati segelas teh yang selalu disediakan oleh petugas panti. Salah satu kegiatan favoritnya mengisi TTS, baginya itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Lebih menyenangkan dari cucu dan anak – anaknya yang tidak pernah menjenguknya ke panti. Walaupun umurnya sudah 90 tahun. Tapi, ia tidak pernah merasakan pikun ia menganggap dirinya lebih jenius dari Einstein. Bahkan dalam seminggu ini ia sudah menghabiskan 25 buku TTS yang terus diisinya sampai habis. Sampai pada suatu hari penjaga panti merasa kakek ini sangat jenius.
“ Kakek, apasih enaknya mengerjakan TTS ini” Tanya petugas panti.
“ Kamu belum saatnya untuk tahu. Bukan saya senang karena gambar sampulnya diisi oleh para gadis – gadis yang telanjang itu. Tapi, belajar tidak harus di sekolah kan?” Ucapnya sambil membenarkan letak duduknya.
Sudah seminggu ini TTS yang dikerjakannya belum selesai juga. Entah apa yang dipikirkanya, sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawabnya. Minggu – minggu ini perilakunya juga sangat aneh selalu mondar – mandir tidak jelas dari kamar satu ke kamar lainya; dari teras satu ke teras lainya. Ia bingung bukan karena dia kangen dengan cucu dan anaknya. Barangkali jika ia menjawabnya akan terjadi sesuatu pada dirinya.
Malam itu, panti gempar semua orang berteriak tak jelas. Seperti kesurupan tapi bukan kesurupan. Semua tertuju pada kamar kakek, kamar yang dipenuhi oleh buku TTS itu sekarang ramai. Orang – orang berkerumun melihatnya , mereka sepertinya takut untuk menyentuhnya. Kakek paling jenius itu mulutnya mengeluarkan darah. Tangan kanan nya masih memegang pensil sementara buku TTS nya juga berlumuran darah. TTS sudah terisi penuh. Namun, ada yang janggal kala itu. Empat kotak mendatar sudah terisi. MATI.

Rabu, 15 Mei 2013

Hari ke 30 : Keluarga Baru

Ini mungkin sudah 1 bulan, mungkin dari 60 hari kebersamaan kita. Segala rasa yang kita lalui akan menjadi sebuah kengangan tak akan terlupakan. Asem, manis, pahit dan segalanya itu adalah penikmat untuk hari yang kita lalui bersama. Jika pertemuan itu perlu dirayakan maka rayakanlah.

Dari sini saya selalu ada ketakutan - ketakutan ketika nanti KKN ini sudah selesai. Tak akan pernah lagi jemput - jemputan sama paketu, Dengar kata sesak dari Rizka, judesnya si Raisha atau kekonyolanya Sudar serta Mbak Septi yang kadang kadang suka nelpon dengan gaya khasnya. Tentunya dengan gayanya Mbak Tin dengan sifat keibuanya atau sok santainya Tyo. Mungkin yang paling ngena disini ialah tingkah polah sigung - sigung nakal anak - anak kecil disana. Ah semuanya bakalan menjadi cerita yang tak akan pernah usai jika diceritakan.

Satu bulan kita bersama anggap saja ini adalah keluarga baru. Keluarga yang mempunyai berbagai macam sifat yang mungkin tidak kita ketahui sebelumnya. Keluarga yang harmonis tanpa ada permusuhan karena perdamain akan selalu tercipta ya hanya untuk kita dan selamanya. Keluarga ini akan tercipta selamanya hingga entah dan enyah.

Jika kita tua nanti dan hidup masing masing maka ingatlah hari ini

Tiup lilin huuffttt

Cerita ini belum usai

Kamis, 09 Mei 2013

Hari Ke 23 : Masalah Selalu Membuat Kita Lebih Dewasa

Ini hari ke 23 ( Mungkin ) dari 60 hari kita KKN. Sebuah perjalanan panjang untuk kita. Suatu proses yang harus di jalani untuk mencapai ke level berikutnya. Tepatnya mungkin sudah 3 bulan kita bersama saling berbagi satu sama lain. Saling merasakan bareng - bareng apa yang dinamakan dengan kerja cerdas dan kerja keras. Bosan, flat, mood - moodtan, marah, kesal, bahagia, menangis, bercandaan bareng dan gila - gilaan semua telah menjadi satu. Satu yang tak akan pernah terlupakan. Capek hati, pikiran dan tenaga itu mungkin sudah kita rasakan tiap hari tinggal kita yang bagaimana mengatur itu semua.

Dari 3 bulan kebersamaan mungkin kita belum mengenal satu sama lain, dari ke 9 orang ini mempunyai watak yang berbeda beda. Sekali lagi menyatukan visi itu memang sulit. Tapi, kita harus mencobanya dengan saling mengerti dan memahami satu sama lain. Jika aku tahu pasangmu pasti kau juga akan tahu surutku bukan? Tentu saja.

Ini hari ke 23. Pelajaran yang kita dapatkan disini ialah, ketika bendungan ini tidak bisa menampung segala masalah maka akan jebol dan pecah. Nah ketika kita ada suatu konflik antara satu dengan yang lain seharusnya kita jangan memendam, kelurkan saja. Cara terbaik ialah :
Jika menangis itu menguatkan maka menangislah sejadi jadinya atau berteriak sepuasmu. Bila itu memang bisa meluruhkan seluruh masalah yang ada di dirimu. Menangislah.
Semua masalah atau konflik yang kita lalui akan membuat kita bertambah dewasa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin bukan dengan ngambek yang berhari hari atau membuat semuanya begitu beda dengan hari hari lainya. Kawan kita tak akan pernah benar benar akrab dan saling mengenal ketika kita memang belum terjatuh.
 Memaafkan saja tidak cukup butuh tindakan yang nyata untuk itu semua

Cerita ini belum usai

Selasa, 30 April 2013

Hari ke 14: Melayani Masyarakat

Akhirnya dengan jalan yang kita lalui bersama 2 minggu telah kita lalaui bersama. Banyak pelajaran yang kita dapatkan dari KKN ini. Melayani masayarakat dengan sepenuh hati walaupun banyak juga yang sering mengeluh, mungkin dengan keterbatasan yang ada dalam diri kita. Sehingga apa yang kita perbuat tidak maksimal. Mulai dari ibu - ibu yang memaksa kita ke rumahnya sampai kerja rodi pembuatan bendera yang lumayan menguras tenaga. Tak usah mengeluh, menurut saya karena kita hidup di dalam masayarakat itu sendiri otomatis kita juga harus melebur menjadi satu, Melayani masyarakat dengan sekuat tenaga kita kan? Walaupun kita juga sibuk dengan proker masing - masing. Asal jangan minta uang hahaha

Jalan masih panjang mari kita satukan visi masing - masing. Untuk melebur tidak harus sama kan? Mari saling bergenggaman erat anggap saja kita satu tubuh. Jika satu badan sakit maka yang lain ikut sakit. Dan mari saling menyayangi dan saling mencintai satu sama lain, karena dengan itu kita bisa enjoy melaksanakan tugas tugas yang ada di hadapan kita.

Jangan pernah berjalan sendirian
Mari berjalan beriringan
Genggam erat
Jangan terlepas


Cerita ini masih belum usai.

Minggu, 28 April 2013

Hari Ke 12: Ini tentang sebuah pembelajaran

12 hari sudah berlalu (mungkin) dari 60 hari yang ada. Semua cerita yang telah dilalui adalah sebuah pembelajaran hidup. Hari ke 12 itu tentang sebuah cerita yang akan saya ingat terus menerus. Sebuah kelalaian dan rasa capek karena aktifitas dari pagi sampai malam yang menguras tenaga, otak dan pikiran. Pokoknya segalanya.

Hari minggu dimulai dengan stamina yang sangat maksimal sekali walaupun harus bangun jam 4 subuh. Hmm saya jadi ingat waktu P2K 1 tahun lalu,sewaktu saya jadi panitia sih, nah KKN ini juga mirip seperti itu kali ya.Langsung saja, hari minggu pagi dimulai dengan jalan sehat se kelurahan purbayan. Saya rasa unit kita mau diikutkan bareng teman - teman yang ikut jalan - jalan. Ternyata oh teryata kita seperti panitia sie konsumsi yang membagikan snack ke peserta yang ikut jalan - jalan. Mungkin karena kita datang terlalu pagi dan mahasiswa paling kece kece kali ya, maka nya kita dijadikan panita dadakan hehehe.

Siangnya anak anak pulang ke kos masing masing dan sempat mampir di posko istirahat dan makan sebentar. Karena saya merasa masih mengantuk sampai di kos tidur walaupun hanya sekitar sejam lamanya. Sorenya KKN dimulai dengan segala kegiatan yang memang agak sedikit selo karena tidak ada bimbel. Malamnya dimulai dengan rapat muda mudi dengan agenda pembentukan panitia jalan sehat se RW 10. 2 jam lamanya akhirnya selesai dan pulang.

Nah cerita belum usai waktu itu pulang dengan memakai motor Sudar ( Bukan nama sebenaranya hahaha) Entah kenapa setelah mengisi bensin di sekitar jalan batikan saya merasakan ada yang aneh dengan motor itu. Pokoknya motornya gak enak banget deh ah, bunyi tretek tretek atau apalah itu saya gak tahu. Setelah sekitar 100 meter dari ngisi bensin tiba tiba entah karena saya sudah capek atau ngantuk. Saya gak lihat jalan berlubang, otomatis saya mengerem dengan sekuat tenaga saya agar tidak jatuh. Dan braakkkkk saya tidak bisa mengendalikan itu semua, saya benar benar jatuh untung saja ada belakang tidak ada motor yang ngebut atau apalah. Dan posisinya waktu itu saya gak pake helm sama sekali. Tapi, kerenya lagi saya cuma lecet - lecet dan luka di bagian dagu.

Terimakasih buat yang menolong saya. Saya lupa belum mengucapkan terimakasih sama mereka. Terimakasih juga buat Pak Ketua sama Sudar yang juga telah membantu saya, pokoknya kalian hebat. Untuk Sudar, saya minta maaf ya telah membuat motornya lecet lecet, gak tahu juga itu motornya atau motor teman nya.

Cerita ini belum usai.

Pesan dari semua ini adalah: Hati - hati dan tetap Fokus

Sabtu, 20 April 2013

Hari Ke 5 : Bahagia Itu Sederhana

Ngomong - ngomong ada apa ya di hari ke 5 KKN ini. Banyak inspirasi, banyak juga cerita yang harus saya ceritakan disini. Mulai dari bimbel, kenakalan anak - anak, benih - benih cinta, sesak dan lainya. Belum banyak yang kami beri, hanya sekelumit kecil yang ada. Tentunya segalanya akan membuat kita selalu bahagia bukan? Karena bahagia itu sederhana, sesederhana senyuman polos anak - anak kecil disana.

Suatu saat nanti teman teman jika nanti ada rasa jenuh yang menghampiri kalian, jangan pernah mengeluh nikmati saja apa yang ada disini. Lihatlah keseruan anak - anak. mereka selalu bahagia bukan? Bukankah yang membuat mereka disini adalah kita semua? Mereka kadang juga membuat kita semangat dalam hal kegiatan kita.

Segini dulu deh catatan hari ke 5. Catatan yang belum selesai tentang segala manis, asin, pahit, asam dan segalanya.

Bahagia itu sederhana melihat anak - anak nakal ini tersenyum puas.

Cerita ini masih belum selesai.

Jumat, 19 April 2013

Hari Ke 4 : Tentang Menerima dan Melepaskan Serta Rasa Memberi

Minggu pertama hari ke 4 KKN. Semua berjalan dengan sendiri atau ketika saya merasa sesak ( hahah lagi make bahasanya Rizka) Anggap aja sesak itu adalah galau hahahaha #KemudianDiTabokRizka. Saya pernah mendengar ungkapan yang seperti ini: Dalam hidup kita harus menjalani 3 proses menerima, menjaga dan melepaskan. Benar saja, anggap saja ketika dalam perjalanan ini kita masih ada ditahap yang nomer 1 atau 2, jangan dulu memikirkan apa yang akan terjadi ketika kita semua sudah lepas dari semua ini atau pada tahap nomer 3. Sebuah pertemuan pasti akan memiliki akhir bukan. Tentunya, dengan segala kelemahan atau kekuatan yang kita miliki semua akan berakhir dengan sendiri. Bukankah hidup adalah tentang memiliki kehilangan itu sendiri?.

Hari ke 4 saya mengenal banyak hal, tentang rasa jatuh cinta #eaakkk bukan cinlok lho ya. Tapi, saya sudah jatuh cinta sama anak - anak yang ada disana. Tentang bagaimana kita menghargai perasaan orang lain. Saya juga belajar rasa memberi, memberi apa yang saya miliki untuk anak anak ini. Juga belajar lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Hari ke 4 sudah berlalu teman teman. Bukan kebersamaan saja yang kita dapat tapi manis, asin, pahit dan asam. Pertanyaanya apakah rindu ini masih sama seperti dulu ketika kita mulai berkenalan dengan kehidupan ini. Atau, kita sama sekali berubah 360 derajat. Jujur saya merindukan dulu ketika kita observasi bersama. Saat itu saya benar benar merasakan rasa chemistry yang luar biasa.

Ingat, rasa itu jangan pernah berubah.Saya merindukan itu semua.

Cerita ini belum selesai.

Hari Ke 3: Cap Cay Rasa Tikus

Sebut saja ini adalah hari ket 3 gitu, kenapa langsung hari ke 3?. Ya itu adalah pertanyaan yang sangat bagus hahaha. Karena hari ke 2 itu sangat spesial #PakeTelurKali haha dan sangat istimewa sekali ehemm. Makanya hari ke 2 tidak akan saya tulis weksss. Saya tulis sih tapi kita akan lihat ketika 3 sampai 4 bulan kedepan hahaha. Bukan apa apa seperti yang saya bilang tadi. Ini spesial men. Santai saja saya gak akan merahasiakanya kok ya. So, ditunggu hari ke dua nya. Ketika nantinya kita sudah selesai KKN ya. Iya.

Kenapa judulnya seperti ini hahah, mesti pada bingung ya. Kalo bingung boleh pegangan lengan saya #eaaaa. Hari ke 3 seperti hari - hari sebelumnya sih selalu biasa saja, tapi agak sedikit istimewa. Istimewanya karena hari itu di posko hujan deres. Terus anak - anak pada gegalauan gitu deh hahaha. Asik saja sih, hujan terus kita berdiri disamping jendela gitu, menatap hujan yang turun dengan derasnya gitu. Terus diibaratkan kita itu sama pacar gitu, cerita soal kehidupan dan sedikit kebahagiaan gitu. Pasti di posko menjadi sangat tidak menjemukan. Iya kan? diiyakan aja deh hahaha.

Sore itu saya sedang lapar laparnya karena dari subuh saya belum makan ( Ya iya namanya juga puasa ). Kenapa? Itu dalam kurung udah dijelaskan hahaha. Nunggu buka puasa itu kayak nunggu jodoh tahu gak kalian eh heuheuheu. Apalagi suasana disponsori oleh turunnya hujan yang semakin menumbuhkan kenangan sama mantan #tsaahhh. 

Udah deh anggap aja udah maghrib gitu, kelamaan sih nunggunya wekss. Ketika mendengar adzan langsung pergi deh makan, toh di depan posko ada warung bakmi yang kata pak RW situ terkenal se Kotagede #Masa?. Ya saya langsung pesan pesan gitu deh. Lalu, ada kejadian yang membuat saya harus bilang woowww dan harus koprol sampai mesjid Mataran Kotagede haha. Waktu itu di dalam warung belum ada siapa - siapa sih mungkin karenakan ada faktor lain yaitu hujan. Saya sih waktu itu mau mesan cap cay pake nasi biar kenyang ( Ini ceritanya lagi puasa lho). Ketika bapaknya penjual membuka pintu gerobak yang ada makanannya, yang buat naruh kayak bakmi dan berbagai tetek bengek bahan dimasak. Keluarlah tikus dalam penyimpanan bahan makanan itu. Sontak saya terkaget atas semua kejadian itu nah bapaknya juga. Saya sih hanya terdiam ketika melihat kejadian itu semua, sok sok cool gitu pura - pura gak tahu hahaha. Yah apa boleh buat karena saya laper dan posisinya saya mau buka puasa saya tetap makan aja yang penting saya tidak kelaparan di posko hahha. Walaupun ada tikus tikus usil yang keluar dari bahan makanan yang dimasak wkwkwk.

Ini kejadian yang unik sih hahah, tidak apa - apa ini pelajaran buat kita semuanya ya. Kalo ada teman - teman KKN yang baca ini jangan ilfil ya sama warung di depan hahaha, ilfil aja sama saya eh. Tetap stay cool aja deh ya. Iya.

Ini cerita hari ke 3. 
Dan keseruan masih berlanjut.


Kamis, 11 April 2013

Tentangmu

Kadang ketika aku menutup mata.Aku hanya bisa melihat lenganmu menjulur kearahku. semua tampak benderang. hanya ada aku dan kau dalam kepalaku.

Tak perlu menyalakan pelita sebab rindu ini sudah benderang menyinari kita dalam kegelapan.

Di kepalaku. mari kita sedikit saja membicarakan kebahagiaan. membocorkan sedikit takdir yang diciptakan Tuhan untuk kita.

Bermainlah sesukamu di kepalaku Nona, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. buatlah elegi tentang kita.

Hingga akhirnya, aku membuka mataku dan kau pun hilang dari kepalaku. Kataku ini hanyalah fatamorgana.

Tak perlu menangis, terimakasih sudah menyempatkan hadir di kepalaku ketika aku menutup mataku.

Sampai kapanpun kita akan tetap pada jalur yang sama. walaupun langit yang membedakan kita. Jarak yang menisbikan kita

Rabu, 27 Maret 2013

Aku adalah sebuah kata yang selalu rela kau sakiti. Jejak pena bisu yang terekam dalam kertas kusut itu

Selasa, 26 Februari 2013

Rumah

Lalu. Disini, di bumi ini tempat aku berpijak merasakan tiap peluhku adalah peluhmu juga. Tanah ini adalah rumah segala cinta yang merasuk tanpa cela. Hingga entah, aku menunggu di tanah ini

 Akan aku bela dengan sepenuh jiwa
Pertaruhkan semua cinta yang aku punya
Mereka yang mencoba merenggut paksa
Hadapilah aku yang tak akan mundur walau setapak


 Cinta yang membuatku lena,
Akan indahnya zamrud khatulistiwa.
Hijau.. biru.. segala rupa. Segala ada.
Disini, lukisan cinta menentramkan hati..


 Tak peduli semua mata yang memandang sinis.
Bagiku, ia bak sarang penyejuk gundah, terindah.
Setia menunggu, meski aku berkelana ke mana.
Ia, tempatku kembali.


 Ya, disanalah darah mulai mengalir menjadi sebuah rindu yang mewaktu. Tempat segala kenangan yang terbungkus erat di jalanan waktu.

 Erangan kesakitan yang mengalirkan luka kepedihan
Akan aku tebus dengan buaian rindu yang memabukan
Bumi pertiwi tak akan aku biarkan luluh dan hancur
Karena jamahan manusia bertopeng setan


 Dulunya.. Ya. Dulunya.
Ketika mereka belum bertopeng seram,
Mereka pun layaknya kita. Dibawah satu rasa.
Cinta. Lalu apa yang merubah mereka?


 Harta dan tahta yang menyulap sosok mereka, buta.
Lalu haruskah kusembunyikan ia sebelum lara?
Tak rela, jika ia bermuram durja.
Rumahku, rumahmu, rumah mereka. Bisakah tak jadi usang?


 Tidak, bukankah tempat kita berpijak ini terbuat dari cinta. dan diantara orang terpilih yang tinggal disini ialah mereka yang di wajahnya selalu bersinar. Wajahnya renyah dengan harap yang membuncah

 Iya harapan akan cinta
Takut kehilangan yang datang tiba-tiba
Kala alam mulai menggeliat
Mengguncang merobohkan cinta dalam dekapan


 Dan ketika waktunya tiba, ia bangun dalam geliat..
Sisanya adalah tangis. Muram durja.
Dan itu yang paling tak diinginkan.
Lalu bagaimana kita membuatnya mundur?


 Tetesan bening menggenang di sudut mata, merasakan pedihnya.
Kala ia terluka, namun jiwa-jiwa yang tertidur hanya diam saja!
Melihatnya dikuliti, dikupas hingga isinya terserak.
Sudikah, rumah kita menahan perih yang mendidih?


 Kau tahu, rumah kita adalah sebuah istana. Istana tempat segala aku akan mendekapmu hingga langit yang ada di tanah tempat kita berpijak menjadi pencemburu. Di kepalaku aku punya banyak rencana. Tentang kita

Rencana yang indah menggoda sukma
Harapan dan impian kita sejak lama
Bertahta dalam bahtera cinta
Berbingkai alam nirwana khatulistiwa


 Dan rencana itu hanya bisa diwujudkan..
Ketika kita aman dalam dekapannya. Bunda pertiwi.
Siapa yang takkan mau merasakannya?
Ah.. cintaku hanya berbuah dalam harapan untuknya..


 Dan ketika aku mencinta,
Aku tak 'kan lagi lupa menyisipkan selembar doa.
Sembari menyimpul senyum dari hati..
Semoga ia, istanaku, tanah airku, bahagia, untuk kita.



Untuk seluruh pasukan kelompok V Puber

Senin, 25 Februari 2013

KETIKA AKU DAN KAMU ADALAH CINTA…”


Pada tubir malam yang remang, berdiriku gamang.
Larik-larikku terangguk-angguk dalam saruk.
Tak ada yang terkenang, hanya bimbang.
Oh, aku tak ingin terpuruk.


Datu Dwija Jati Dunia
Kemudian gerimis jatuh di pangkuanku. Seharusnya aku
tak menangis, ketika aku melihat punggungmu mulai menjauh
dan menghilang dari pekat. Saat itu aku ingin
kau berhenti dan melihat ke belakang, lari memelukku.

Auliia Akmaliina
Dan ketika aku menjauh, ketahuilah. Hanya kau!
Hanya kau tempat hatiku kembali.
Hati? Benar. Hatiku yang dulu disepuh perak rindu.
Hatiku yang dulu, dan sampai nanti, hanya untukmu.

BeLy JuBelynz
Bisakah aku? Sejujurnya menjauh darimu adalah petir
Membuatku takut, sembunyi di balik rasa yang menyihir
Jangan melangkah, diam saja!
Jika kauputuskan ‘tuk melangkah, mendekatlah!

Nurlaeli Umar
Semoga bimbang meradang
Menggoyahkan hatimu berlari kepadaku
Aku terlalu malu mengakui sebuah rindu
Rindu dalam damai di palung cintamu.

Datu Dwija Jati Dunia
Tak usah berlari ke arahku.
Kau sudah mengoyak seluruh hatiku.
Menjadi lebam yang mewaktu di dadaku.

Auliia Akmaliina
Lebam? Maaf. Aku tak bermaksud.
Tapi kau juga harus tahu, lebam pula hatiku.
Sejak dunia kita bertemu dalam sepotong yang sama.
Dan terkoyak di bagian yang sama. Karena mereka.

BeLy JuBelynz
Mereka? Aku, kau, ataukah cinta?
Luka yang mendarah di sudut hatimu
Hanya serpihan rinduku yang perlahan mengulitiku: mati.

Nurlaeli Umar
Haruskah aku tertawa ketika luka bercinta hadir
Lalu kau memalingkan muka
Mencari pembenaran?
Hatimu sakit merindu! Akui saja!

Datu Dwija Jati Dunia
Sebenarnya aku tak ingin menjauh.
Anggap saja aku adalah bau badan yang sangat bau
menempel di badanku.
Sehingga membuatmu teringat akanku.

Auliia Akmaliina
Mereka-mu. Mereka-ku. Semua yang tercakup cinta abadiku.
Mereka yang mengatasnamakan ego.
Mereka yang membuat hatiku kaku dicabik rindu.
Dan membuat ingatanku semakin dilekati namamu. Lelaki rindu.

BeLy JuBelynz
Mengapa tak kau abaikan saja tentang 'mereka'?
Sulitkah jika hanya aku?
Ya, aku, meski dengan setengah sayapku yang remuk
Tetap memelukmu.

Nurlaeli Umar
Kau melukai dirimu dengan prasangka
Aku tenggelam dalam dalam hujat yang merajalela
Jika kita adalah mawar dan harumnya
Mengapa harus aku atau kau, tidak kita?

Datu Dwija Jati Dunia
Aku mulai takut melukaimu. Mungkin aku akan dikutuk
Tuhan jika aku melukaimu. Maafkan aku, aku mencintaimu
seperti aku bernapas. Dapatkah kauhitung berapa kali
aku bernapas tiap hari? Sedalam itu cintaku padamu.

Auliia Akmaliina
Maaf, Tuan. Maaf, kau pun luka lebih daripadaku.
Meski abai itu kelak menjadi duri dalam dagingku,
Kuambil risikoku. Aku maju.
Untuk memperjuangkanmu: cerita berjudul cinta.

BeLy JuBelynz
Ah, mengapa kau begitu manis, Nona?
Kembalikanlah senyummu yang hilang sedari tadi
Terasa sesak, jika kau dekat,
namun aku tak terlihat.

Nurlaeli Umar
Sedalam itu pula cintaku berbicara
Membilang rasa hingga lupa siang malamnya
Hanya untukmu kekasih hati arjuna cinta
Yang kupuja dalam tiap detak jantung di dada

Datu Dwija Jati Dunia
Kamu akan selalu kupuja. Karena kamu,
aku tak akan punya pilihan lain selain mencintaimu.
Kau tahu? Jika cinta itu peluru, aku akan
menembakkannya ke udara, berubah menjadi hujan yang kaukecup.

Auliia Akmaliina
Dan kini aku menjanjikan satu padamu.
Jadilah pengingat kala lupaku. Saat aku lupa mencintaimu.
Lupa merindukanmu. Lupa senyumku.
Ini aku. Cinta kamu. Sepenuh hatiku.. milikmu..

BeLy JuBelynz
Layaknya putih bulan, setia membelai malam
Juga kabut mengiringi hujan berlari
Tangan pun gemetar, ingin memeluk-merasuk ke singgasana hati
Nona, jadilah Peri Kecil di sekelilingku yang kesepian.

Nurlaeli Umar
Mataku dan matamu juga bintang malam ini
Tampak terang, Kekasih
Genggam jemari, jangan pernah kaulepaskan lagi.
Tuhan, restui kami dalam cinta abadi.

Datu Dwija Jati Dunia
Ini detik ketika aku akan pergi, kembali lagi pada bayanganmu
dan menggenggam jemarimu yang berjarak.
Peluklah aku dalam sepi yang menyayat dan rindu yang membuncah
di dada waktu. Tuhan telah mengabulkan doaku. Aku jatuh padamu.

Selasa, 05 Februari 2013

Perjalanan Rasa

Adalah takdir yang pasti hadir
Membekap mimpi di titik nadir
Selamat pagi kamu, pemilik pelukan hangat yang belum aku ketahui sekarang. Takdir yang telah dituliskan Tuhan dengan guratan abadi nya. Kau tahu? jika aku marah padamu, Tuhan juga akan marah padaku.(Datu )

Kamu.. Kamu adalah takdir yang pasti hadir,
Membekap mimpi di titik nadir.
Mata rindu yang terpejam semu..
Tetap tak lalai hadirkan sosokmu.. Di sini, di ujung hati.(Aulia)


Tapi mengapa kau patahkan mawar
Pemberianku di senja biru itu
Hingga durinya menancap di hati
Dan kelopaknya meruahi bumi (Nurlaeli)

  
 Seperti itukah aku? Bahwa aku adalah duri dalam dagingmu. Mulai sekarang aku akan mencintaimu dengan tekun. Karena mencintaimu adalah pekerjaan sepanjang hidupku. (Datu)

Terlalu mencintaimu kadang menyakitkanku
Terlalu merindu sampai terasa ngilu
Tapi berpaling darimu aku tak mampu
Kau adalah bayangan dalam diriku (Pelangi)


yang mencuri hangat dari hatimu, juga menghadirkan ngilu pada tulang-tulangku,. Aku menyerah, tanpamu aku lemah. ( Datu )

Bila begitu janganlah menyerah
Apalagi pasrah, raihlah hatiku
Jangan sampai jiwamu melemah
Cintai aku sebatas kau mampu ( Pelangi)


Aku tak melemah, aku hanya merasakan di dadaku selalu berkumandang namamu. ( Datu )

Senyumanmu menguatkanku
Meski harus tertatih-tatih menggapai hatimu
Meski harus menari di bawah hujan air mata
Deretan luka ini, tersisihkan oleh rasa cinta yang melangit. ( Belly)


Tunggu dulu, Tuan. Bagaimana bisa kau begitu?
Bertukar rindu dengan Nona lain selainku?
Dan kini malah aku yang makin lama meragu
Tuluskah hatimu berucap rindu padaku? ( Aulia )


Aku tak meminta hatimu, sedikit pun
Hanya izinkan aku memeluk hatimu dari jauh
Kan kujaga namamu dalam diam
Ah, kamu membuatku terbang sejauh angan-angan (Bely)


Terbanglah diingatanku. Pun jika aku tak ada disana carilah ditumpukan kertas kertas ingatan. Mungkin aku berserakan disana menunggu dengan sabar dan mengembara jauh diantara rinai nyeri dada sebelah kiriku yang menyayat.

Nona, jika aku tak bisa membalas satu pun surat darimu. Aku bukan hilang tapi hanya terlepas darimu. Boleh pinjam lengannya? Sebentar saja. Berpilin ( Datu )


Dan kini aku semakin meragu.
Siapakah itu, Tuan, yang kau sebut dengan ambigu?
Ribuan pesan kutitipkan bersama rembulan,
Menanti akankah kau sebut namaku bersama doamu.. ( Aulia )


Di sini yang bertahta hanya rindu
Pada angin, pada malam, pada pagi, pada langit
Hanya rindu yang tak ingin berpagut air mata
Sebab buncah di dada tiada terkira ( Nurlaeli)


Aku ingin memandang binar di
kelopak matamu
Aku ingin segurat senyuman indah
tetap mematri bibirmu
Aku ingin mencintai ragamu, jiwamu
juga hatimu

Hanya kamu ( Belly )

Meski begitu aku tak kalah langkah, Tuan yang tampan.
Jangan kira aku tak sama pandai berkata seperti mereka.
Aku hanya masih mencari kesempatanku menjeratmu,
Dimana kelak yang kaugumam hanya tanya akan hadirku.. ( Aulia )


Hingga kau datang mendekat-mendekapku
Seperti kumbang kesepian mengencani Mawar terlantar
Penuh cinta
Kemudian hati tak lagi mengganjil ( Bely )


Dan kini, sebelum tintaku menggores titik di kisah kita,
Ijinkan aku untuk mengulik isi hatimu, Tuan tampan.
Aku ataukah mereka yang berhasil menyita perhatian?
Dan jika aku, tanda mata dariku tentu kata cinta.. (aulia)


Maka tibalah saatnya aku menutup mata Aulia, meninggalkanmu dalam doa. Lelaplah bersama benderang rindu. Dan mengabadikan kebahagiaan kita. hingga entah.

Selamat malam kamu.
Jangan lupa bahagia ya ( Datu )


Saat malam mulai menurunkan tirai
Dan perbincangan menghilang dari ramai
Rindu bertemu rindu biar berlanjut dalam mimpi
Esok masih ada rindu masih ingin berbicara biarkan saja ( Nurlaely )