Rabu, 16 Januari 2013

Cuti Sakit Hati

Seperti biasa setiap senja tiba aku selalu saja duduk di bangku stasiun menonton kereta - kereta yang lewat, hanya menonton lebih tepatnya adalah menanti. Menanti sebuah tunggu yang membuatku selalu setia dengan suara - suara bising kereta dan peluit itu. Di stasiun ini banyak juga yang menonton kereta lewat entah kenapa aku juga tak pernah tahu dan menahu. Setiap senja mereka hanya duduk menikmati suasana tempat itu, ada yang bawa keluarganya, pacarnya, partner incrime dll. Pasti tak akan pernah menjemukan bukan menikmati senja diantara stasiun tua banyak cerita tentunya.

Setiap senja tiba, seluruh ragaku dimakan rindu, entah kenapa. Dulu, lebih tepatnya 3 tahun lalu juga di tempat ini sepasang genggaman terlepas dari jemari - jemari yang tak akan pernah putus mendoakan sebuah cinta yang merekah. Aku juga masih ingat dia akan berjanji kembali, suatu saat nanti. Entah kapan. Membawakan sebuah cincin yang akan melingkari jari manisku. Janji - janji itu terasa manis di telingaku, aku menangis ketika kereta terus berjalan meninggalkan kisah pedih yang sampai kapan akan sembuh.

Sampai akhirnya ketika senja mengabu di stasiun itu, aku menemukan kejengkelan baru. Seorang lelaki yang memfotoku tanpa ijin. Jengkel, hanya ingin merebut SLR nya lalu membuangya ke tengah rel biar ditabrak kereta.
" Hai kamu siapa berani - beraninya ngambi foto orang" Ucapku judes.
" Hahahah emang kenapa? Gak boleh. Suka - suka ini SLR ku" Katanya sambil ketawa ketus.

Apa dia bilang emang dia siapa. Aku gak suka dengan sikapnya bagiku itu melecehkan kaum wanita. Semakin membuatku benci ketika ia ngeloyor begitu saja dari tempat itu sambil tertawa tersenyum dengan girang dan penuh kemenangan.

Semenjak hari itu kita saling bertemu di Stasiun, entah kenapa dia begitu aku segani semenjak pertemuan pertama itu semua hari sebenarnya biasa - biasa saja. tapi, dengan nya aku menjadi lebih tenang.

Entah kenapa semua kejadian 3 tahun lalu sudah aku buang jauh - jauh.
Ini yang dinamakan Move On.

Selasa, 15 Januari 2013

Orang Ke Tiga Pertama

Jalanan mulai rame, asap - asap busuk kendaraan ini mulai menyapaku menghiasi kota yang katanya adalah kota pendidikan. Ya inilah jogja, kota dengan seribu kenangan dan penuh dengan tanda tanya. Bagiku tempat seluruhnya raga akan ditasbihkan disini. tempat segala musim bagi jiwa - jiwa yang haus akan ilmu. Malam ini katanya adalah malam tahun baru, seperti biasa aku hanya sendiri menikmati segala keriuhan tahun baru.
"Andi, Kenapa gak mau tahun baruan sama pacarmu sendiri" Ucapnya, seperti biasa dengan temperamenya yang keras.Semakin membuatku tak suka berlama - lama denganya. Padahal dia cewek, aku benar benar tak suka
"Kamu tahu? Seharusnya ketika semua orang menyambut dengan meriah semua pesta ini, kita insropeksi diri masing - masing dengan segala tindakan 1 tahun ini. apapun itu aku tetap akan dirumah" ucapku sambil memunggunginya.
Tiba - tiba hujan turun ketika semua orang menyambut gembira malam tahun baru, pesta yang membuatku tak penting. sedangkan disini hujan memang turun deras, sederas hujan air mata yang ada dipangkuan Ratna membasahi setiap tubuh dan segala perih yang entah kapan akan terhapus. Sebuah pertengkaran dari hal yang sepele. Aku mencoba lagi suatu teriakan kecil ditengah guyuran hujan itu dan mencoba mendekatinya. Ia nampak kuyu, matanya nanar dan sembab memandangku penuh ragu.
"Ratna, Malam ini kau lihatkan, hujan. orang - orang itu mungkin sudah pergi. pesta tahun baru tak akan pernah semarak....." Tiba - tiba bluuupp, sebuah plukan ditengah hujan deras dan ciuman diantara kemarahan - kemarahan yang membangkitkan, Ah ini sudah tahun baru kataku.

Tiba - tiba langit nampak benderang, hujan juga sudah reda. Terdengar teriakan CUT dari sutradara di ujung sana.
Ah ciuman dan pelukan kami dihentikan oleh sutradara.

JULI

Juli itu adalah pertemuan
Pertemuan antara kita diantara riuhnya musim
Musim pada daun daun yang meranggas karena panas mentari
Hingga akhirnya kita akan saling tahu, Memahami dan mengerti
Kita sama – sama menyukai kata
Hingga hari – hari kita diliputi sebuah dongeng yang ajaib

Juli itu adalah pertemuan
Antara janji – janji manis pertemuan
Kita sibuk saling menerbangkan satu sama lain
Membuat hari – hari seperti puisi puisi yang kau ciptakan padaku
Merasakan setiap alur nya
Alur magis Juli

Juli itu adalah pertemuan
Waktu terus berjalan
Setiap perjalanan kita terukir manis di dinding ingatan
Daun dan hujan sama sama luruh di pangkuan kita
Aroma bulan Juli sungguh sangat memabukan.

Juli itu juga sebuah pertemuan lebih tepatnya akhir
Akhir dari segala kisah (Mungkin)
Kita, memang tak pernah tau dan menahu bagaimana hidup tiap harimu
Yang aku tahu hanyalah setiap melihatmu Tuhan memberikan bibit rindunya yang terbaik
Hingga akhirnya hari itu datang sebuah pertengkaran kecil, ya hanya kecil. Kau tahu?
Mulai malam itu mungkin kau akan memutuskan mulai menjauh dan tak akan pernah lagi menyapa.
Kita sebenarnya adalah sajak yang saling menemu.
Diantara rerimbunan rindu bulan Juli
Sudahlah, sajak ini memang tak pernah usai
Seperti kisah kita.


Cukup sudah Sederhana saja.

Minggu, 13 Januari 2013

Pukul 2 Dini Hari

Bau harum dupa dan menyan menyeruak malam ini, hari ini pukul 2 dini hari malam jumat kliwon. Setan gang sempit dan bau bacin kini berkeliaran menggoda seluruh manusia yang sedang terlelap tidur. ah aku seperti biasa menggoda cewek - cewek, mereka keliatan cantik ketika tidur. Kurabai seluruh badanya hingga aku memang benar benar menggigil, kubauhi lalu kuciumi bibirnya yang masih memerah. Pukul 2 dini hari itu aku memang benar benar menjadi setan. Setan jalang yang gila dengan kebrutanlanku.

Pukul 2 dini hari itu aku terbangun. Dan lhatlah celanaku basah.
Aku benar benar telah menjadi setan.

Kamis, 10 Januari 2013

Kriiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnngggggggggggg

Mentari masih kuyu pagi itu
Hanya temaram yang menyisakan hangatnya.
Tiba tiba sesuatu mengagetkanku membangunkan seluruh angan. Aku bergolak.
Kriiiiiiiiiiingggggggggg Bunyinya memekakan telinga. Tapi, bunyi itu adalah bunyi ajaib yang tedengar pagi ini.
Tubuhku juga ikut bergetar, darahku mendesir, jantung dan seluruh angan yang di otak ku bertebangan ke seluruh ruangan.
Sepersekian detik kemudian terdengar suara yang menghangatkan tubuh dan pagi serasa menjadi gumpalan kapas ringan dan teduh.
Halo. Katanya, sepagi ini Tuhan sudah mengabulkan semua doaku tadi malam. Mendengar suaranya.
Kamu: Selamat pagi kamu, Pemilik senyuman hangat. Ayo bangun dan menyulam kebahagiaan.
Bibirku serasa kelu aku hanya bisa memandangi ruang yang seolah olah dia sedang di hadapanku memandang penuh haru. Aku harus bicara apa?

Aku: Selamat pagi juga kamu, Tuan terimakasih telah membangunkanku pagi ini. Pagi akan menjadi milik kita bersama. Sepagi ini rindu sudah menjejai kepalaku riuh dan berisik. Tapi, taka apa ada kamu diotaku.

Kamu: Taka apa Nona, itu adalah tugasku, tugasku untuk selalu mencintaimu dengan tekun dan tanpa pamrih, walaupun kini jarak sangat angkuh menenggelamkan bayangan kita.
Aku hanya tersenyum burung gereja sudah terdengar merdu di luar sana sementara bau harum masakan ibu semakin menggoda. Begitupun denganmu.

Aku: Terimakasih telah mencintaiku dengan apa adanya diriku. pagi ini aku hanya ingin menjadi angin yang selalu lebih dulu membelai wajahmu.Ketika genggaman disembunyikan jarak.

Kamu:  Aku juga Nona, aku rela menjadi cahaya lampu yang ada di kamarmu menjagamu dengan seluruh kekuatanku. Kamu tau Aku hanya ingin mencintai dengan sederhana, seperti aku bernafas lalu aku hembuskan ke udara.
Aku diterbangkan pagi ini. Terbang walau tak punya sayap.

Aku:  Tuan, aku tersanjung namamu akan aku tuliskan di dada kiriku supaya abadi disana.

Kamu: Di dada kiri katamu? Tidak Nona aku akan menuliskanya di telapak tanganku sebab disanalah takdir akan mengabadikan kita. Selamanya.
Sekali lagi dadaku berpesta tanpa ampun sepersekian detik aku tak bisa menjawab telepon itu. Yah aku terperangkap ke dalam petanya. Aku tersesat.

Aku: Walaupun lengan kita tak saling berpaut. Tapi, hati dan perasaanku ada disana menjadi debar rindumu. Dan pagi adalah puisi yang mewaktu didadamu seperti api yang membakar kesedihan menjadi bahagia yang bernama.

Kamu:  Ya kita sudah ditakdirkan menjadi bahagia yang bernama, kau tau pagi di kotaku, sepagi ini kau menjelma hujan yang turun satu – satu. Ritmis dan magis. Nona, aku akan pergi dulu hanya akan terlepas darimu. Jangan pernah kamu menangis dan bersedih. Sebab di dadamulah aku ada.

Aku: Selamat pagi dan samapi jumpa tuan, Senja akan mempertemukan kita lagi. Tetaplah percaya. Aku disini setia.
Seketika bunyi tuttt tutttt tuuuttt itu berbunyi sangat panjang. Kali ini tidak se ajaib tadi, semacam bunyi perpisahan yang menggema di telingaku.
Seketika hujan luruh satu satu di pangkuanku.
Aku rindu.

Rabu, 02 Januari 2013

PUITWITOLOGI




Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Mengabadikan Kita : Tentang Perjalanan Senja
Penulis : Eko Nugroho
Tebal : v + 145 hlm
Harga : Rp. 35.300,-
ISBN : 978-602-225-573-4

Sinopsis:
Aku namai ini rindu sebuah debaran dada sebelah kiriku dan baris puisiku yang tak mampu aku tuliskan hingga entah.

Aku masih menunggu di sini, Nona. Di tepian telaga ketika senja merayap diam dalam rintik matamu. Aku rindu.

Jika kamu adalah pagi, aku akan selalu merindukanmu seperti nyanyi puisi yang mencintai sajaknya

Suatu kejutan yang tak terkira bisa memenangkan sebuah event yang luar biasa ini. Sebelumnya saya hanya coba-coba buat ikut event BYT ini untuk mencari pengalaman saja, bukan untuk sebuah mencari kemenangan. Tapi, Allah berkehendak lain dan saya memenangkan lomba ini. Dengan begitu impian saya untuk menjadi seorang penulis tak terelakkan lagi.

Eko Nugroho

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0819 0422 1928. atau pesan online ke

Jumat, 23 November 2012

Mengabadikan Kita

  • Pagi ini, aku ingin menjadi puisi yang gemetar saat kau baca hingga meluruhkan seluruh nafasmu 
  •  Aku mencintaimu tanpa jeda, sepanjang usiaku. sampai bait terakhir kita meluruhkan seluruh nafas ini hingga entah. 
  •   Malam ini, aku akan memunguti ingatan yang berceceran diantara jemari yang terlepas dan punggungmu yang menjauh 
  •  aku gak kemana mana, masih dipojok kanan hatimu terduduk dengan sebuah harapan sambil bermain main dengan anak rindu 
  •  Pagi yang selalu dipenuhi kamu, seperti membuka kenangan di jalanan waktu. ingatanku terbang ke masa lalu 
  •  Di akhir perjalananku aku menemukan kesedihan terpasung gelisah, menatap nanar setiap orang yg lewat berharap ada yang menuntunya pulang. 
  •  Tiba tiba hujan pun turun membasahi atap rumahku, seperti suara gemerincing lonceng dan riaknya membangunkan kesadaran diri manusia. 
  •  Mencari bintang yang terasing dari dekapanku, mencari ke dalam bait bait puisiku yang luruh. apakah kamu bersembunyi disana? 
  •  Pandangan yg malu2,senyuman tertahan, hidung yg kembang kempis, dada yg berdebar serta wajahmu yg memerah. cinta mampu menaklukan sgalanya. 
  •  sepi yang menjelma hening terus berputar mendesing merubah kelam menjadi embun bening menatap diri mu tak bergeming 
  •  Semua hanya kenangan, semenjak kamu mengenalnya dan memberikan harapan lebih. pun, kamu mulai tak mengenal diriku. Dimana kamu.aku rindu. 
  •  Aku bukan pergi nona. tapi, hanya terlepas darimu dan sebagian dariku masih mengembara di hati dan pikiranmu. mencari tempat berteduh.
  •  Sebab bersamamu adalah puisi yang tak pernah aku tulis. biarlah terukir di nafas dan angin yang berhembus 
  •  Semenjak kamu hilang di pelukanku, Semenjak itulah aku mulai tak mengenal dirimu. Hilang diantara pelukan orang lain. 
  •  Malam, aku rindu hujan ingin rasanya buncah di antara riaknya merasakan aromanya dan menimang rindu dibawah piasnya 
  •  Kita sepasang bayangan yang diciptakan oleh jarak menumbangkan segala rindu di jalanan waktu

Rabu, 03 Oktober 2012

Untukmu

Aku mulai tak mengenal dirimu semenjak hari itu, semenjak engkau luruh bersama bait yang luruh di pelukanmu, semenjak sayap asing itu muncul perlahan lahan dalam hidupmu. Aku rindu ketika waktu pertama berjumpa, ketika engkau malu malu bertanya tentang tetek bengek semua kehidupan. Semua serasa begitu sempurna ketika aku menjadi orang yang selalu kamu percaya mebisikan seluruh kata kata magis ke dalam pikiranku. Aku juga rindu ketika kita selalu menenggelamkan kata kata menjadi bernyawa dan meluruhkanya dengan bait bait yang memikat.

Aku mulai tak mengenal dirmu semenjak sayap asing itu mendiami hati dan pikiranmu. entah apakah dia selalu membuatmu mabuk akan kata katanya atau dia hanyalah sesosok pangeran tampan yang seharusnya kamu jauhi, yang seharusnya tidak kamu cintai. Kamu lain, kapan kita akan menyenandungkan bait bait puisi itu lagi sambil menatap senja yang selalu indah. Aku kira semuanya sudah sirna, kamu terlalu sibuk dengan semua yang ada sekarang. Kamu orang asing yang aku kenal.

Tapi, ini semua salahku SEMENJAK HARI ITU aku mulai mundur teratur tanpa goyah sekalipun, tanpa ada rasa takut yang terus menggrogtiku. Aku salah, akulah yang melakukanya.

Tapi, maukah kamu kembali seperti dulu biar aku mengenalmu kembali, kita akan berteman. Menanyakan tentang tetek bengek kehidupan dan bermain kata bersama.

Itu saja hanya tak lebih dan tak kurang. Aku tak ingin kamu membacanya. cukup disini saja. bahkan tulisan ini tak akan pernah terbaca. Hingga entah.

Karena kamu tak mengenal diriku.

Selasa, 14 Agustus 2012


Tentang Senja (Lagi)
Aku merayap di balik senja yang mengabu berkabung menjdi labirin yang magis. Senja ini seperti bongkahan mimpi yang selalu ada di raga manusia yg rapuh. Diantara senja ini aku merasakan kebahagiaan yang merona seperti dewi istar yg jatuh cinta kepada eros. Senja ini tak akan mampu mengalahkan malam karena senja ini yang mengantarkan malam menuju ilahinya.

Senja seperti deburan ombak yang mengapur membentang rangkaian galuh sunyi menuai senja yang cantik.

Di batas senja ini cinta pun datang dari ujung langit yang berkarat di senja yang mengiris tipis. cinta ini datang seperti kumpulan senja yang abstrak dan mendesah di pelupuk jiwa.

Kamis, 09 Agustus 2012

Penakluk

Lihatlah mereka disana
Berbaju dekil dan lusuh
Mencari sesuatu yang dapat dimakan
Untuk kelangsungan kehidupan

Pandangan orang pun mereka hiraukan
Walaupun mereka dianggap sampah
Mereka adalah para anak jalanan
Yang berani bergelut dengan debu jalanan

Mereka bukan orang terbuang
Tapi, mereka adalah orang orang pilihan
Mereka adalah orang orang terlewat
Untuk menaklukan alam
Dan menantang takdir

Jangan anggap mereka itu sampah
Karena para anak jalanan lebih mulia
Dari pad mereka yang membencinya

Taklukan alam
Dan alampun akan takluk padamu


YK, 21 OKTOBER 2008

Sabtu, 04 Agustus 2012

Tentang Senja 

Aku ingin mengejar senja ini bersama hujan yang kian membahasahi tanah yang mengering. Hujan ini seperti ruang rindu yang kian menepis akan kerinduan di balik senja yang basah. Aku ingin menggenggam hujan ini dan merasakan kesejukan yang membuatku semakin ranum.

Aku ingin bergelut dibawah hujan ini menikmati utopis yang selalu ada ketika hujan turun. Aku ingin beradu mesra dibawahnya saat lembah kasih turun dari senja yang mengkilat. Langit pun begitu kelam tak ada suara gaduh yang tercipta semua mengiba menjadi satu yang utuh.

Bersama hujan ini aku ingin mencumbu senja ini sambil merangkul kenanganku menjadi segumpal cerita yang putih. He kenapa harus ada hujan hari ini sedangkan senja sudah cukup untk mengisi kelembutan didalam sukmaku menjelajah pikiran bawah sadarku kemudian tumbuh perlahan di batas senja yang basah.

Oh ragawiku nikmati dan rasakan harumnya.

Kamis, 02 Agustus 2012

Cakrox's (sebuah renungan )

Dulu aku pernah ada disini
Memandang sunyi derap2 langkah
Memandang alang2 yg berarak
Di setiap sudut yg menggairahkan

Senyum tawa canda melebur
dalam kesedihan yang mengubur
Banyak cerita disini
Banyak persahabatan disini
Banyak kesedihan disini

Raga ini semakin menggila
Kala Waktu ini semakin menjepit
Sedangkan rasa ini semakin menjelma
Aku kan pergi dari sini
Sudah waktunya aku pulang

Tapi hati ini akan selalu berpaut
walau jarak memisahkan
dari hati jiwa dan ragaku
Sampai raga ini membeku 


RUANG PENGAP 410
11 MEI 2011
Untuk SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo



Aku Ku


Aku adalah aku
Aku adalah kamu
Aku adalah dia
Aku adalah kita
Tapi,aku bukan mereka

Aku bukan dia
Aku bukan kita
Tapi, bukanlah mereka aku
Karena kamu adalah aku
Jiwa dan ragaku

Janganlah kau pergi
Janganlah kau datang
Tapi, kau harus tetap disini

Pandanglah aku
Lihatlah mataku
Lihatlah ujung rambutku
Tapi,jangan lihat ragaku
Karena apa?
Aku adalah aku
Yang mengkitakan kita


Ruang
YK 21 Sep 2010

Kembalikan Indonesia Padaku


Aku Indonesia dan selamanya indonesia.
Ingatlah kawan
Tempat yang kau pijak ini bukan milikmu tapi Indonesia

Alam yang kau sakiti ini bukan milikmu tapi Indonesia

Suku Jawa ini bukan milikmu tapi Indonesia

Tari piring yang kau tarikan ini bukan milikmu tapi Indonesia

Batik yang kau kenakan itu bukan milikmu tapi Indonesia

Keringat yang kau hasilkan bukan keringatmu tapi Indonesia.

Kita sudah menikmati walaupun pemuda2 masa sekarang tidak tahu dan menahu apa arti sejarah. sejarah hanyalah barang pajangan buat mereka seperti barang bekas yang layak dibuang. Tapi, Itu hanyalah sebagian kecil dan mari kita pertahankan harkat dn martabat bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia ada di tangan pemuda2 yang setia membela negara ini dari keterpurukan.
Satu Bahasa,satu tanah air dan satu bangsa yang bernama INDONESIA

KEMBALIKAN
INDONESIA
PADAKU

Rabu, 01 Agustus 2012

Angin


Aku adalah angin yang berhembus siang malam tanpa aku ragukan bahwa jasadku sudah mulai rapuh dan tergoncang. aku kini serupa ahasveros yang mengutit utit rangsangan naluriku. angin ini membawaku ke tempat yang sangat asing dan belum pernah aku ada disini. Di tempat ini banyak kesedihan yang mengiris dan kebahagiaan yang mengikis. Di tempat ini aku hanya mampu menunduk terpasung dalam gelap. Angin ini hanya mampu membuat jiwaku meradang seperti kabut yang tebal dan membeku. Dia hanya bisa membuat aku terlempar kesana kemari dan aku tak mendapatkan apa2.
He angin rupamu memang samar.

Di batas Senja


ingatkah kau dibawah senja yang kesumba
kita pernah saling menjabat tangan kita seperti tak pernah terpisahkan
disini kau menenggelamkan kepalamu ke dadaku
dadaku hingga batas senja yang tak pernah aku ketahui.
tapi kau kini menjadi butiran asaku seperti menyublim bersama angin
Baumu mash melekat diingatanku dikursi taman yang kau duduki waktu itu
engkau tau disetiap senja aku datang ke taman ini
tempat kita saling merayu
berharap kau datang padaku lagi karena kau selalu aku tunggu.
disenja ini
dibangku taman ini.

Senin, 30 Juli 2012

Tips Menulis

Sebenarnya menulis itu gampang. Asal kita terus berlatih tiap hari, melatih otak kita agar bisa diajak kerja sama. Seperti ketika bekerja, kita juga harus memahami relasi kita agar terjalin suatu keakraban. Begitupun dengan otak kita yang setiap hari berpikir tanpa lelah. Nah, selain keakraban, otak juga perlu vitamin.
Sebenarnya apa yang ada di dalam diri dan di sekitar kita bisa menjadi bahan yang sangat baik untuk membuat sebuah tulisan. Yang penting kita bisa menulis dulu, untuk hasil selanjutnya itu belakangan. Bagi pemula, mungkin akan sangat sulit untuk mencari inspirasi yang muncul di otak kita, sehingga kadang membuat kita frustasi. Kemampuan otak jika dipaksa untuk bekerja memang akan sulit, maka rileks dan santai akan membantu kerja otak.
Teruslah membaca guna menambah referensi menulis.

Rabu, 18 Januari 2012

Sebuah Catatan

Waktu seolah cepat berlalu dengan berbagai masalah yang terus ada dalam kehidupan ini. sedangkan kedamaian serasa berjalan lambat seolah tak ada lagi yang suka bahwa kedamaian ini ada dan untuk kita. Dan aku tetap ada disini bersama ragaku yang kian melemah dalam hasrat yang kian terdesak akan sebuah waktu dan masa yang membutakanku. Aku tak ingin terjebak disini walaupun dalam ketidakpastianku pasti akan ada rasa jenuh yang kian mengguluti ragaku yang semakin rapuh.

Aku seperti sudah terlambat walau aku belum sampai ke dalam suatu keputusan yang aku pikir akan memberatkan diriku. Aku terkena karmaku sendiri dengan berbagai janji yang selalui aku ingkari dan sampai sekarang janji jani itu ada dan tetap ada. 








ANAK INDIGO

Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University.

Fenomena “Anak Indigo” belakangan ini menjadi perhatian para ilmuwan di Rusia. Majalah Journal Trust Rusia pada 8 Desember 2005 lalu melaporkan, berdasarkan penjelasan beberapa ilmuwan dari lembaga ilmu pengetahuan sosial Rusia, diyakini bahwa di atas bumi saat ini telah muncul suatu species “manusia baru” yang disebutnya sebagai ”Anak Indigo”.


FEMINISME MENGUBAH MASYARAKAT

Istilah “ feminisme “ sangat penting untuk diketahui sekaligus dipahami seiring dengan
aktivitas atas pencerahan yang dilakukan para penggiat gender di masyarakat. Seringkali
mereka mendapat pertanyaan terkait dengan apakah “ isme “ yang melatarbelakangi
pemikiran pemikirannya, bahkan secara ekstrem dipojokkan dengan apakah cocok berpatokan
pada feminisme yang nota bene berasal dari dunia barat yang sangat berbeda dengan kondisi
ketimuran Indonesia ( baca patriarkhi )